for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help

Publisher: Universitas Ahmad Dahlan   (Total: 18 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 18 of 18 Journals sorted alphabetically
Ahmad Dahlan J. of English Studies     Open Access   (Followers: 2)
Bahastra     Open Access  
Berkala Fisika Indonesia     Open Access  
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics     Open Access   (Followers: 8)
HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia)     Open Access   (Followers: 4)
Intl. J. of Advances in Intelligent Informatics     Open Access   (Followers: 7)
J. of Education and Learning     Open Access   (Followers: 11)
J. of Education, Health and Community Psychology     Open Access   (Followers: 7)
Jurnal Citizenship     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Hukum Novelty     Open Access  
Jurnal Ilmiah AdMathEdu     Open Access  
Jurnal Informatika     Open Access   (Followers: 1)
Kes Mas : Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat     Open Access   (Followers: 2)
Media Farmasi     Open Access  
Pharmaciana     Open Access  
Psikopedagogia : Jurnal Bimbingan dan Konseling     Open Access   (Followers: 2)
Spektrum Industri : Jurnal Ilmiah Pengetahuan dan Penerapan Teknik Industri     Open Access  
TELKOMNIKA (Telecommunication, Computing, Electronics and Control)     Open Access   (Followers: 8, SJR: 0.265, CiteScore: 1)
Journal Cover
Media Farmasi
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 1412-7946
Published by Universitas Ahmad Dahlan Homepage  [18 journals]
  • PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL DAUN SOSOR BEBEK DALAM SEDIAAN PASTA GIGI

    • Authors: Rahmah Elfiyani, Elly Wardani, Umi Wardiyani
      Pages: 119 - 127
      Abstract: Daun sosor bebek merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional, karena memiliki khasiat sebagai antipiretik, diuretik, insektisida dan antibakteri.Tujuan penelitian ini untuk melihat aktivitas antibakteri sediaan pasta gigi ekstrak etanol 96% daun sosor bebek terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Dilanjutkan pembuatan sediaan pasta gigi ekstrak daun sosor bebek pada konsentrasi ekstrak 0%, 5%, 10%, 20% dan dilakukan evaluasi fisik serta uji aktivitas antibakteri dengan metode dilusi. Data yang didapat dianalisis secara statistik dengan uji one way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey.  Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pada konsentrasi ekstrak 5% memiliki rata-rata koloni sebesar 84, ekstrak 10%; 69,67, ekstrak 20%; 44,33, plasebo 366 dan pasta gigi pembanding 43,33. Ekstrak etanol 96% daun sosor bebek sebesar 10% dan 20% dalam sediaan pasta gigi dapat menghambat pertumbuhan koloni S.mutans sebaik produk komersial.
      Issue No: Vol. 14, No. 2
       
  • IDENTIFIKASI RESIDU PESTISIDA ORGANOFOSFAT PADA BAWANG MERAH DI KABUPATEN
           KULON PROGO

    • Authors: Dian Prasasti, Dyah Aryani Perwitasari
      Pages: 128 - 138
      Abstract: Di Indonesia pestisida organofosfat banyak digunakan pada tanaman buah dan sayuran seperti bawang merah. Pestisida organofosfat mengalami translokasi ke seluruh bagian tanaman sehingga residu pestisida organofosfat dapat tertinggal di umbi bawang merah yang dikonsumsi oleh masyarakat. Di Kabupaten Kulon Progo Provinsi DIY, pestisida organofosfat banyak digunakan terutama oleh petani bawang merah. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional dan experimental. Sampel bawang merah diambil dari 10 petani yang tersebar di Kabupaten Kulonprogo. Kuisioner dibagikan kepada petani mengenai jenis pestisida yang digunakan dan waktu diaplikasikan oleh petani serta frekuensi penggunaan pestisida. Penentuan kadar organofosfat dilakukan dengan melakukan proses ekstraksi bawang merah dengan aseton, diklorometan, dan petroleum benzena kemudian dianalisis menggunakan kromatografi gas. Pestisida organofosfat yang diuji residunya adalah diazinon, parathion, ethion, profenofos, malation, dan klorpirifos. Hasil dari kuisioner kepada petani bawang merah, pestisida organofosfat yang digunakan adalah pestisida dengan bahan aktif profenofos dan klorpirifos dengan rata-rata penggunaan 0,5% (v/v) sekali penyemprotan. Hasil analisis residu pestisida organofosfat menunjukkan bahwa sampel bawang merah dari 1 petani mengandung diazinon dengan kadar rata-rata 1,97 ppb. Residu pestisida pada bawang merah dari 9 petani menunjukkan hasil tidak terdeteksi untuk pestisida diazinon, parathion, ethion, profenofos, malation dan klorpirifos. Batas deteksi  (LOD) untuk metode analisis pestisida organofosfat yang digunakan adalah diazinon 3,7 ppb, parathion 6,4 ppb, ethion 4,3 ppb, profenofos 4,8 ppb, malathion 1,24 ppb, dan klorpirifos 0,83 ppb.
      Issue No: Vol. 14, No. 2
       
  • PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN
           EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG BANGKAL (Nauclea subdita) SECARA IN VITRO

    • Authors: Dina Rahmawanty, Rizka Maulina, Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah
      Pages: 139 - 150
      Abstract: Kulit batang bangkal (Nauclea subdita) telah lama digunakan sebagai kosmetika tradisional di Kalimantan Selatan. Kulit batang bangkal (KBB) diduga mengandung senyawa tabir surya dan antioksidan yang tinggi, seperti senyawa golongan flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tabir surya dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol KBB. Penentuan nilai sun protecting factor (SPF) ekstrak etanol KBB diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290-320 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPF ekstrak etanol KBB dengan konsentrasi 250 ppm sebesar 10, pada konsentrasi 500 ppm, nilai SPF-nya = 15, dan pada konsentrasi 1000 ppm, nilai SPF sebesar 29. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit batang bangkal diuji secara in vitro menggunakan metode penangkapan radikal DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) dengan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 521 nm. Nilai IC50 ekstrak etanol KBB sebesar 84,850 ppm. Berdasarkan nilai SPF dan nilai IC50 tersebut dengan demikian ekstrak etanol KBB memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan tabir surya. 
      Issue No: Vol. 14, No. 2
       
  • ANALISIS PERBEDAAN PENGOBATAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA PASIEN BPJS
           DAN PASIEN UMUM

    • Authors: Zainul Islam, Numlil Khaira Rusdi, Nurhasnah Nurhasnah
      Pages: 151 - 161
      Abstract: Peningkatan prevalensi diabetes akan meningkatkan biaya pengobatan. BPJS diberlakukan di Indonesia sejak tahun 2014 dan sistem klaimnya menggunakan tarif INA CBGs. Rumah sakit harus dapat melakukan penghematan sehingga tarif INA CBGs menutupi seluruh biaya pasien. Salah satu penghematan adalah dengan menggunakan obat yang ada dalam formularium nasional atau obat generik terpilih. Tapi masih banyak masyarakat yang menganggap obat generik adalah obat murah dan tidak berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengobatan Diabetes Melitus pada pasien BPJS dan pasien umum dilihat dari lama rawat, penurunan kadar gula darah dan biaya terapi. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif di tiga rumah sakit. Data dianalisa terhadap 50 pasien umum dan 129 pasien BPJS dengan SPSS-22 menggunakan uji T dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan  tidak ada perbedaan antara pasien BPJS dan pasien umum dalam hal lama pasien dirawat (p=0,219), penurunan kadar gula darah sewaktu (p=0,509) dan ada perbedaan yang signifikan dari biaya rata-rata terapi obat pada pasien BPJS  dan pasien umum (p=0,030). Hasil penelitian tidak ada perbedaan penurunan kadar gula darah dan lama pasien di rawat di rumah sakit pada pasien BPJS dan pasien umum, sehingga dapat disimpulkan kualitas pelayanan pasien BPJS dan pasien umum adalah sama. Perbedaan terdapat pada biaya pengobatan, dimana biaya pengobatan pasien BPJS lebih murah dibandingkan dengan pasien umum sehingga pasien BPJS lebih diuntungkan dari pasien umum.
      Issue No: Vol. 14, No. 2
       
  • EDUKASI PADA PENGAWAS MINUM OBAT DAN PASIEN DIABET MILLITUS TIPE 2 UNTUK
           MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT

    • Authors: Daniek Viviandhari, Nora Wulandari
      Pages: 162 - 176
      Abstract: Permasalahan utama pasien DM adalah kepatuhan dalam minum obat mengingat DM merupakan penyakit kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang. Ketidakpatuhan dalam manajemen terapi DM dapat meningkatkan biaya pengobatan dan perawatan. Penelitian bertujuan untuk mengukur efektivitas model edukasi pada PMO (Pengawas Minum Obat) dan pasien DM tipe 2 dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe 2 di RSI (Rumah Sakit Islam) Pondok Kopi. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimental dengan rancangan quasi experimental – pre-test/post-test study design yang dilakukan secara prospektif. Intervensi yang diberikan adalah edukasi berupa ceramah dan pembagian booklet yang diberikan sebanyak 3 kali selama 2 bulan periode penelitian. Uji statistik yang digunakan adalah paired-sample t test dengan CI 95% untuk melihat perbedaan kadar HbA1c sebelum dan setelah pemberian intervensi. Perbandingan kepatuhan pasien berdasarkan skor kuesioner MMAS-8 dilakukan dengan uji Wilcoxon. Nilai HbA1C pasien sebelum intervensi rata-rata 7,2 dan setelah edukasi nilai HbA1c rata-rata sebesar 5,5 (P<0,05). Skor MMAS-8 pada awalnya rata-rata 4,4 menjadi rata-rata 2,4 setelah diberikan intervensi berupa edukasi (P<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah model edukasi pada PMO dan pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi efektif untuk meningkatkan kepatuhan pasien dengan menurukan nilai HbA1c dan skor MMAS-8.
      Issue No: Vol. 14, No. 2
       
  • PENGGUNAAN EPERISONE HYDROCLORIDE UNTUK MENGURANGI NYERI PASIEN NYERI
           PUNGGUNG BAWAH AKUT DI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA

    • Authors: Maria Atika Sukmana Widyantanti, Rizaldy Taslim Pinzon
      Pages: 177 - 192
      Abstract: Nyeri punggung bawah (NPB) akut merupakan keluhan umum yang dirasakan pada punggung bawah, dapat menjalar sampai dengan kaki, terjadi kurang dari 12 minggu atau nyeri timbul kembali setelah 6 bulan bebas nyeri. Obat yang digunakan untuk mengatasi NPB salah satunya eperisone hydrochloride. Tujuan dari penelitian ini mengukur efek eperisone hydrocloride dalam menurunkan rasa nyeri pada pasien NPB akut dilihat dari nilai Visual Analog Scale (VAS). Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian kohort. Subjek penelitian, pasien NPB akut yang dikelompokkan berdasarkan terapi yang digunakan, kelompok eperisone hydrocloride 50 mg dua kali sehari dan non-eperisone hydrocloride. Data diperoleh melalui kuisioner nilai VAS dan wawancara. Hasil penelitian ini didapatkan 45 pasien NPB akut yang terdiri dari 16 laki-laki (35,60%), 29 perempuan (64,40%). Sebanyak 15 pasien masuk kelompok eperisone hydrocloride dan 30 pasien masuk kelompok non-eperisone hydrocloride, dengan rata–rata umur pasien 53,53±14,94 dan 59,53 ±14,0 tahun. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna dari penurunan nilai VAS sebelum dan sesudah menerima terapi pada kelompok eperisone hydrocloride (p=0,004), outcome berupa penurunan rasa nyeri saat beraktivitas (p=0,456) dan juga efek samping yang muncul saat pemberian terapi (p=1,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah eperisone hydrocloride  dapat menurunkan nilai nyeri dan mencapai outcome.
      Issue No: Vol. 14, No. 2
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 34.234.76.59
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-