for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help

Publisher: Universitas Ahmad Dahlan   (Total: 13 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 13 of 13 Journals sorted alphabetically
Ahmad Dahlan J. of English Studies     Open Access   (Followers: 1)
Berkala Fisika Indonesia     Open Access  
HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia)     Open Access   (Followers: 4)
Intl. J. of Advances in Intelligent Informatics     Open Access   (Followers: 5)
J. of Education and Learning     Open Access   (Followers: 10)
J. of Education, Health and Community Psychology     Open Access   (Followers: 7)
Jurnal Ilmiah AdMathEdu     Open Access  
Jurnal Informatika     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Kesehatan Masyarakat (J. of Public Health)     Open Access   (Followers: 2)
Media Farmasi     Open Access  
Pharmaciana     Open Access  
Psikopedagogia : Jurnal Bimbingan dan Konseling     Open Access   (Followers: 1)
TELKOMNIKA (Telecommunication, Computing, Electronics and Control)     Open Access   (Followers: 8, SJR: 0.211, h-index: 8)
Journal Cover Media Farmasi
  [0 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 1412-7946
   Published by Universitas Ahmad Dahlan Homepage  [13 journals]
  • Pengaruh Pemakaian PEG 400 Dan Mentol Dalam Patch Mukoadhesif Ekstrak
           Etanol Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Transpor Senyawa Polifenol

    • Authors: Setyawan E I, P O Samirana, I G A. Indyayani
      Pages: 1 - 13
      Abstract: Patch bukal merupakan sediaan obat dengan sistem penghantaran transmukosa. Kemampuan absorpsi zat aktif sediaan Patch bukal dapat dimodifikasi dengan penambahan suatu plasticizers dan permeation enhancer.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemakaian PEG 400 dan mentol terhadap transpor serta mengetahui proporsi PEG 400 dan mentol yang dapat memberikan transpor optimum senyawa polifenol ekstrak daun sirih (Piper bitle L.) dari patch bukal secara in vitro. Metode yang digunakan untuk menentukan perbandingan jumlah PEG 400 dan mentol adalah dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Uji transpor senyawa polifenol dari patch dilakukan selama 23 jam dengan menggunakan sel difusi Franz dengan membran Whatmann No. 1. Jumlah senyawa yang tertranspor ditetapkan kadarnya dengan instrumen Spektrofotometer-UV. Verifikasi formula optimum dilakukan sebanyak 3 kali dengan Single Simple Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PEG 400 dan mentol dapat meningkatkan jumlah polifenol yang tertranspor. Hubungan pengaruh PEG 400 dan mentol dapat digambarkan melalui persamaan special cubic, y =  3,26071 (A) + 4,31372 (B) + 2,80876 (A)(B) + 0,64912 (A)(B) (A-B). Verifikasi formula optimum menghasilkan p-value 0,503(>0,05). Permodelan transpor polifenol melalui membran dapat digambarkan dengan model 4 kompartemen dan menghasilkan kecepatan masing-masing L(2,1) sebesar 0,013 mgEAG/cm2/jam, L(3,2) sebesar 0,050 mgEAG/cm2/jam, L(4,1) sebesar 0,089 mgEAG/cm2/jam, dan L(3,4) sebesar 0,027 mgEAG/cm2/jam. Kata kunci: Piper betle, mentol, Patch bukal, PEG 400, polifenol.
      Issue No: Vol. 13, No. 1
       
  • Formulasi Sediaan Sabun Mandi Padat Ekstrak Etanol Umbi Bawang Tiwai
           (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.)

    • Authors: Yullia Sukawaty, Husul Warnida, Ananda Verranda Artha
      Pages: 14 - 22
      Abstract: Kulit merupakan bagian dari tubuh yang melindungi bagian dalam tubuh dari gangguan fisik maupun mekanik, gangguan panas atau dingin, gangguan sinar radiasi atau sinar ultraviolet dan gangguan kuman. Hal tersebut memicu kebutuhan akan perlindungan kulit dengan menggunakan kosmetika seperti sabun. Salah satu bahan alami yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah umbi bawang Tiwai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi ekstrak etanol umbi bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) menjadi sabun mandi padat yang memenuhi persyaratan SNI 06-3532-1994. Uji mutu sediaan sabun mandi padat yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji organoleptik, pH, kadar air, dan asam lemak bebas. Uji dilakukan pada hari ke-1, ke-7 dan ke-14 untuk mengetahui perbedaan mutu selama waktu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan sediaan sabun padat dari ekstrak etanol umbi bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dengan variasi minyak zaitun, minyak kelapa dan minyak sawit dapat diformulasikan menjadi sabun mandi padat yang memenuhi persyaratan SNI 06-3532-1994. Kata kunci: antibakteri, Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb., sabun padat, SNI 06-3532-1994
      Issue No: Vol. 13, No. 1
       
  • Aktivitas Penangkapan Radikal 2,2–Difenil–1–Pikrilhidrazil (DPPH)
           Oleh Ekstrak Metanol Paprika Merah (Capsicum annuum, L.)

    • Authors: Warsi Warsi, Any Guntarti
      Pages: 23 - 34
      Abstract: Paprika merah (Capsicum annum L.) banyak mengandung β–karoten  (provitamin A), likopen, vitamin E serta vitamin C telah diuji aktivitasnya sebagai penangkap radikal 2,2–difenil–1–pikrilhidrazil (DPPH). Sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan metanol. Ekstrak yang diperoleh dilakukan analisis aktivitas antioksidannya secara kualitatif dengan larutan DPPH 0,4 mM dan reagen ferri tiosianat. Identifikasi terhadap senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan dilakukan dengan spektrofotometer UV–Vis. Aktivitas penangkapan radikal DPPH oleh ekstrak metanol paprika merah ditetapkan secara spektrofotometri pada panjang gelombang 517 nm. Dari hasil analisis diperoleh nilai IC50 paprika merahsebesar0,299 ± 4,98x10-3 mg/mL. Aktivitas paprika merah sebagai penangkap radikal DPPH  kurang poten dibandingkan dengan β–karoten (IC50 0,066 ± 3,24x10-3 mg/mL). Kata kunci : antioksidan, paprika merah, Capsicum annuum, DPPH
      Issue No: Vol. 13, No. 1
       
  • Efek Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Sebagai Agen
           Kemopreventif Pada Sel Kanker Leher Rahim Hela Melalui Aktivitas
           Sitotoksik Dan Induksi Apoptosis

    • Authors: Nur Ismiyati, Farisya Nurhaeni
      Pages: 35 - 48
      Abstract: Kanker leher rahim merupakan penyebab kematian wanita akibat kanker terbesar di negara-negara berkembang. Pertumbuhan sel kanker bersifat tak terbatas karena mempunyai kemampuan untuk menghindari mekanisme apoptosis sehingga penemuan agen-agen pemacu apoptosis kini terus dikembangkan. Kemangi (Ocimum sanctum L.) dilaporkan memiliki potensi penghambatan perkembangan sel kanker melalui aktivitas sitotoksik, apoptosis, dan penghambatan angiogenesis pada sel kanker paru dan payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun kemangi terhadap aktivitas sitotoksik dan proses pemacuan  apoptosis pada sel kanker leher rahim HeLa. Evaluasi viabilitas sel melalui nilai IC50 ditetapkan dengan MTT assay. Efek pemacuan apoptosis oleh ekstrak etanol daun kemangi terhadap sel kanker HeLa diamati dengan metode pengecatan DNA menggunakan etidium bromida-akridin oranye. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol daun kemangi memiliki potensi sebagai agen kemopreventif pada kanker leher rahim HeLa dengan IC50 209µg/mL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan penghambatan pertumbuhan sel HeLa oleh ekstrak etanol daun kemangi terjadi dengan menginduksi terjadinya apoptosis. Kata kunci : kanker leher rahim, sel HeLa, daun  kemangi, sitotoksik, apoptosis 
      Issue No: Vol. 13, No. 1
       
  • Hubungan Antara Tingkat Kepatuhan Minum Obat Antiplatelet Aspirin Dengan
           Kejadian Stroke Iskemik Berulang Di RS Bethesda Yogyakarta

    • Authors: I Dewa Gde Rainey Chrisananta Putra, Rizaldy Taslim Pinzon, Esdras Ardi Pramudita
      Pages: 49 - 60
      Abstract: Stroke menduduki urutan ketiga terbesar penyebab kematian setelah penyakit jantung dan kanker, dengan laju mortalitas 18 % sampai 37 % untuk stroke pertama dan 62 % untuk stroke berulang. Diperkirakan 25 % orang yang sembuh dari stroke yang pertama akan mendapatkan stroke berulang dalam kurun waktu 5 tahun. Stroke berulang merupakan stroke yang terjadi lebih dari satu kali. Ketidakpatuhan minum obat memberikan peluang untuk terjadinya stroke berulang 4,39 kali dibandingkan dengan penderita stroke yang teratur berobat. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat anti-platelet aspirin dengan kejadian stroke iskemik berulang digunakan  penelitian analitik dengan metode kasus kontrol. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 112 data yang diambil dari data primer pasien. Kelompok kasus sebanyak 56 pasien stroke berulang dan kelompok kontrol sebanyak 56 pasien stroke tidak berulang dengan menanyakan riwayat stroke dan kepatuhan minum obat aspirin tahun 2016 kebelakang. Analisis terhadap 112 subyek yang memenuhi kriteria penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan sedang dan rendah minum obat anti-platelet Aspirin dengan kejadian stroke iskemik berulang dengan p >0,05 (OR : 28,52, 95%CI: 12,657-88,762, p: < 0,001) Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat anti-platelet aspirin dengan kejadian stroke iskemik berulang di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Kata kunci : Stroke, kepatuhan minum obat antiplatelet aspirin
      Issue No: Vol. 13, No. 1
       
  • Tanggungjawab Hukum Dokter dan Apoteker Dalam Pelayanan Resep

    • Authors: Wendi Muh, Fadhli Fadhli, Siti Anisah
      Pages: 61 - 87
      Abstract: Resep adalah permintaan tertulis oleh dokter kepada apoteker untuk menyiapkan dan menyerahkan obat kepada pasien. Terdapat problematika yang telah lama terjadi dan secara terus menerus berlangsung, berupa penulisan resep dokter yang sulit dibaca dan ketidaklengkapan administrasi resep sebagai informasi pengobatan pasien (legalitas). Ini merupakan salah satu faktor yang dapat mengakibatkan medication error dari sebuah pelayanan kesehatan. Didasarkan hal itu, maka perlu dikaji bagaimana pertanggungjawaban dokter dan apoteker dalam pelayanan resep yang menyebabkan medication error. Penelitian bertujuan untuk memahami bentuk pertanggungjawaban hukum dokter dalam penulisan resep dokter yang sulit dibaca yang menyebabkan medication error pada pasien dan untuk memahami tanggungjawab Apoteker Pengelola Apotek (APA) dalam pelayanan resep dokter yang dapat menyebabkan medication error. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian normatif-empiris, yakni dengan melihat fakta-fakta yang ada di lapangan dan kemudian dibandingkan dengan aturan yang berlaku. Data lapangan dibutuhkan untuk memahami permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan, dan upaya mengatasi permasalahan tersebut ditinjau dari aspek hukum yakni peraturan perudang-undangan yang berlaku. Dari hasil penelitian, pertanggungjawaban hukum dokter terhadap pelayanan resep meliputi tahap Prescribing error menyangkut segala permintaan dalam resep, sedangkan APA bertanggungjawab terhadap segala sesuatu menyangkut transcribing error (error terjadi pada saat pembacaan resep), dispensing error (kesalahan penyebaran/distribusi), administrasion error (kesalahan pemberian obat), dan patient compliance error (kesalahan kepatuhan penggunaan obat oleh pasien). Tanggung jawab dokter selaku profesi dalam pelaksanaan tugas profesional di bidang kesehatan, didasarkan tanggung jawab norma etik dokter serta tanggung jawab hukum yang didasarkan pada ketentuan hukum perdata, pidana, dan administrasi. Tanggung jawab APA adalah memberikan obat pada pasien sesuai dengan yang tertulis di dalam resep sebagai suatu kuasa, tetapi didasarkan ilmu, keterampilan dan wewenang yang dimilikinya. Kata kunci: dokter, apoteker, medication error, tanggungjawab huku
      Issue No: Vol. 13, No. 1
       
  • Studi Pharmacovigilance Obat Herbal Di Puskesmas Kasihan II Bantul

    • Authors: Nur Mahdi, Dyah Aryani Perwitasari, Nyoman Kertia
      Pages: 88 - 99
      Abstract: Kejadian Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD) dari obat-obat herbal merupakan hal yang masih jarang diteliti di Indonesia. Gaya hidup kembali ke alam menjadi cukup popular saat ini, sehingga masyarakat kembali memanfaatkan berbagai bahan alam, termasuk pengobatan dengan tumbuhan obat atau herbal. Dengan meningkatnya penggunaan obat herbal di Indonesia, maka diperlukan pemantauan keamanan pada obat-obat herbal.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kausalitas kejadian ROTD serta mengetahui kualitas hidup pasien yang mendapatkan resep obat herbal. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional deskriptif, pengambilan data secara consecutive sampling secara prospektif. Pengambilan data selama dua bulan saat penelitian berlangsung, setelah itu dianalisis kejadian ROTD dan tanpa ROTD serta dinilai kualitas hidup pasien. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis adalah algoritma Naranjo dan kuesioner SF-36. Hasil wawancara kepada 25 subyek penelitian pada pengamatan prospektif dan retrospektif, subyek yang melaporkan adanya kejadian ROTD sebanyak 3 subyek (12%). Sebanyak 2 subyek dengan kategori possible (mungkin) dan 1 subyek dengan kategori probable (cukup mungkin). ROTD yang muncul adalah gatal-gatal, nyeri pinggang, mual, ngantuk dan dada berdebar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat kejadian ROTD pada pasien yang diberikan terapi herbal, gambaran kausalitas kejadian ROTD adalah kategori possible dan probable. Kata kunci: pharmacovigilance, reaksi obat yang tidak dikehendaki, obat herbal.
      Issue No: Vol. 13, No. 1
       
  • Pengaruh Pemberian Layanan Pesan Singkat Pengingat Terhadap Kepatuhan Dan
           Efektivitas Pengobatan Pasien Hipertensi di Puskesmas Kecamatan Sumbang
           Banyumas

    • Authors: Nur’aeni Nur’aeni, Anjar Mahardian K, Githa Fungie G
      Pages: 100 - 109
      Abstract: Problem terapi hipertensi diantaranya ketidakpatuhan pasien terhadap terapi non farmakologi dan farmakologi . Ketidakpatuhan pengobatan hipertensi disebabkan oleh berbagai faktor antara lain pengetahuan dan komunikasi pasien dengan tenaga kesehatan. Penelitian Alfian (2014) menyatakan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi yang diukur dengan parameter kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) dari 3,4±0,69 menjadi 6,7±0,82 (p<0,05) dan dapat menurunkan tekanan darah pasien hipertensi dengan rata-rata sistolik 17,92±12,20 mmHg dan rata-rata diastolik 9,17±8,9 mmHg (p<0,05). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian layanan pesan singkat pengingat terhadap kepatuhan dan efektivitas pengobatan pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Sumbang Banyumas. Penelitian dilakukan dengan rancangan analitik cross-sectional dengan pengambilan data secara prospektif pasien hipertensi selama bulan Januari-Februari 2016. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 75 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat nilai Medication Possession Ratio (MPR) dan data tekanan darah dari rekam medik. Hasil menunjukan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat tidak berpengaruh terhadap kepatuhan dan efektivitas pengobatan pasien hipertensi dimana kepatuhan p value uji chi-square 0,102 (P>0,05) dan efektivitas p value uji chi-square = 0,899 (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat tidak berpengaruh terhadap kepatuhan dan efektivitas pengobatan pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Sumbang Banyumas. Kata kunci: Hipertensi, Layanan pesan singkat pengingat, Kepatuhan, MPR, Efektivitas pengobatan, Puskesmas.
      Issue No: Vol. 13, No. 1
       
  • Pengaruh Short Message Service Terhadap Kepatuhan Pengobatan Dan Gaya
           Hidup Pasien Diabetes Melitus di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang

    • Authors: Pradnya Aulia Rahmah, Githa Fungie Galistiani, Anjar Mahardian Kusuma
      Pages: 110 - 121
      Abstract: Keberhasilan terapi diabetes dipengaruhi oleh pengobatan dan gaya hidup pasien. Ketidakpatuhan menjadi salah satu penyebab dari hasil pengobatan yang buruk, berkembangnya gejala penyakit, serta komplikasi. Perlu adanya perlakuan untuk mencapai hasil terapi yang optimal, salah satunya dengan pemberian Short Message Service (SMS) terkait pengobatan diabetes dan gaya hidup yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SMS terhadap kepatuhan pengobatan dan gaya hidup pasien diabetes melitus di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan metode pengambilan sampel accidental sampling. Kepatuhan pengobatan diukur dengan kuesioner Medical Prescription Knowledge (MPK) sedangkan gaya hidup dinilai dengan kuesioner Summary of Diabetes Self care Activities (SDSCA). Responden yang berjumlah 81 orang dikelompokan menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Sejumlah 41 responden kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa SMS untuk mengonsumsi obat diabetes, serta anjuran untuk mematuhi pengobatan dan menjalankan gaya hidup yang baik. Sebanyak 40 pasien dalam kelompok kontrol tidak menerima SMS selama penelitian. Kepatuhan dan gaya hidup diukur sebelum dan setelah perlakuan. Pada penilaian gaya hidup terdapat pengaruh SMS yang diberikan, dilihat dari signifikansi perbedaan skor yang diperoleh pasien pada kedua kelompok. Pada variabel kepatuhan pengobatan belum terdapat pengaruh dari SMS yang diberikan selama penelitian. Kata kunci: Diabetes, kepatuhan pengobatan, gaya hidup, SMS 
      Issue No: Vol. 13, No. 1
       
  • Tingkat Pengetahuan Dan Persepsi Bahaya Kosmetika Yang Mengandung Bahan
           Pemutih Di SMK Negeri 4 Yogyakarta

    • Authors: Deni Lisnawati, Agustin Wijayanti, Ade Puspitasari
      Pages: 122 - 134
      Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya kosmetika dengan bahan berbahaya yang terkandung di pasaran. Selama tahun 2014 ditemukan 68 kosmetikaa mengandung bahan berbahaya, baik produk impor maupun lokal. Produk-produk tersebut telah ditarik dari peredaran karena akan membahayakan konsumen. Pada hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 56 siswi di SMK Negeri 4 Yogyakarta, khususnya jurusan tata kecantikan sebagian besar masih kurang pemahamannya tentang bahaya kosmetika yang mengandung bahan pemutih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan dan persepsi siswi-siswi kelas XI terhadap bahaya kosmetika yang mengandung bahan pemutih, serta darimana saja sumber informasi siswi-siswi kelas XI tentang bahaya kosmetika yang mengandung bahan pemutih. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dirancang secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI SMK Negeri 4 Yogyakarta jurusan tata kecantikan sebanyak 56 siswi dan teknik pengumpulan data menggunakan metode Quota sampling. Alat pengambil data adalah kuesioner tertutup dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian pengetahuan siswi kelas XI tentang bahaya kosmetika yang mengandung bahan pemutih yaitu 51,8% yang sebagian besar sudah cukup mengetahui tentang kosmetika yang mengandung bahan pemutih. Persepsi siswi-siswi kelas XI tentang bahaya kosmetika yang mengandung bahan pemutih berbahaya dapat merusak kulit, dapat menyebabkan kanker, lebih berwaspada, berhati-hati dalam memilih kosmetika dan jangan digunakan (sebaiknya dimusnahkan). Sumber informasi pengetahuan kosmetika yang mengandung bahan pemutih yaitu sosial media, iklan di TV, brosur, teman sekolah dan guru di sekolah. Kata kunci: Pengetahuan, Persepsi, pemutih, kosmetika berbahaya
      Issue No: Vol. 13, No. 1
       
  • Kualitas Hidup Mahasiswa Profesi Apoteker Dengan Health Related Quality Of
           Life (HRQOL) SF-6D Di Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
           

    • Authors: Ana Hidayati, Farida Nur Mufliha, Imaniar Noor Faridah
      Pages: 135 - 143
      Abstract: Kualitas hidup individu dipengaruhi oleh status kesehatannya masing-masing. Individu sehat maupun sakit dapat diukur kualitas hidupnya. Pengukuran menggunakan instrumen Short Form 36 (SF-36). Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai kualitas hidup dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan crossectional. Sampel merupakan mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker angkatan XXXI di Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan yang diberi kuesioner SF-36 dan form karakteristik sampel. Analisis untuk SF-36 dipetakan ke SF-6D dan data karakteristik dinyatakan dalam presentase. Analisis hubungan antara karakteristik sampel dengan kualitas hidup dilakukan dengan Uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis.            Jumlah subyek yang digunakan pada penelitian berjumlah 126 mahasiswa. Hasil kualitas hidup mahasiswa profesi apoteker pada SF-6D menunjukkan skor sebesar 0,739. Hasil uji antara skor kualitas hidup dengan karakteristik menunjukkan adanya hubungan dengan kualitas hidup pada jenis transportasi ( p=0,039 ) dan riwayat penyakit ( p=0,01 ).          Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa skor  kualitas hidup mahasiswa dari SF Indeks pada SF-6D yaitu 0,739. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa adalah transportasi dan riwayat penyakit.           Kata kunci : kualitas hidup, mahasiswa profesi apoteker, SF-36, SF-6D
      Issue No: Vol. 13, No. 1
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.81.44.140
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016