for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help

Publisher: Universitas Ahmad Dahlan   (Total: 13 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 13 of 13 Journals sorted alphabetically
Ahmad Dahlan J. of English Studies     Open Access   (Followers: 1)
Berkala Fisika Indonesia     Open Access  
HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia)     Open Access   (Followers: 4)
Intl. J. of Advances in Intelligent Informatics     Open Access   (Followers: 5)
J. of Education and Learning     Open Access   (Followers: 11)
J. of Education, Health and Community Psychology     Open Access   (Followers: 7)
Jurnal Ilmiah AdMathEdu     Open Access  
Jurnal Informatika     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Kesehatan Masyarakat (J. of Public Health)     Open Access   (Followers: 2)
Media Farmasi     Open Access  
Pharmaciana     Open Access  
Psikopedagogia : Jurnal Bimbingan dan Konseling     Open Access   (Followers: 1)
TELKOMNIKA (Telecommunication, Computing, Electronics and Control)     Open Access   (Followers: 8, SJR: 0.211, h-index: 8)
Journal Cover Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health)
  [2 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 1978-0575
   Published by Universitas Ahmad Dahlan Homepage  [13 journals]
  • Faktor Risiko Kejadian Infeksi Daerah Operasi pada Bedah Digestif di Rumah
           Sakit Swasta

    • Authors: Alam Nirbita, Elsye Maria Rosa, Ekorini Listiowati
      Pages: 95 - 100
      Abstract: Abstrak — IDO merupakan salah satu dari keempat jenis infeksi nosokomial yang paling umum terjadi di rumah sakit di seluruh dunia selain ISK, Pneumonia , dan Infeksi Aliran Darah Primer (IADP). Angka kejadian IDO  pada rumah sakit di Indonesia bervariasi antara 2-18 % dari keseluruhan prosedur pembedahan. Belum pernah dilakukan penelitian mengenai pengaruh faktor resiko IDO dengan kejadian IDO pada bedah digestiv di Rumah sakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor risiko IDO yang terdiri dari status gizi, jenis operasi, sifat operasi, dan durante operasi terhadap kejadian IDO pada pasien bedah digestive. Jenis penelitian ini adalah studi kuantitatif observasional. Data yang diambil adalah data primer (observasional) dan sekunder (rekam medis) menggunakan methode cross sectional. Data tersebut kemudian dianalisis dengan Uji Chi-square bivariat dan multivariat. Berdasarkan Uji Chi-square bivariat, variable : jenis operasi (p=0,000), durante operasi (p=0,000), dan sifat operasi (p=0,029) mempunyai hubungan yang signifikant sedangkan status gizi (p=0,055) tidak mempunyai hubungan yang signifikant terhadap kejadian IDO. Hasil uji multivariat, didapatkan variabel : status gizi (p=0,032), jenis operasi (p=0,006), dan durante (p=0.008) mempunyai pengaruh yang signifikan dengan variabel jenis operasi adalah yang paling berpengaruh terhadap kejadian IDO.Kata Kunci : status gizi, IDO, durante, bedah digestive
      PubDate: 2017-09-28
      DOI: 10.12928/kes mas.v11i2.6008
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2017)
       
  • Hubungan Kondisi Rumah dan Kepadatan Lalat di Sekitar Tempat Pembuangan
           Akhir Sampah

    • Authors: Bambang Wispriyono, Erza Nur Afrilia
      Pages: 101 - 106
      Abstract: Masyarakat yang tinggal dalam kondisi rumah yang tidak memenuhi syarat atau dalam lingkungan yang buruk dapat menarik lalat untuk hidup berkembang dan mentransmisikan penyakit di dalamnya. Dalam perlindungan terhadap penyakit, rumah harus memiliki sarana atau fasilitas yang aman dan bersih serta terlindungi dari vektor yang berperan dalam menularkan penyakit, seperti lalat. Permukiman penduduk di Kelurahan Cipayung , khususnya sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Cipayung, Depok dengan radius 200 m dari TPA berpotensi untuk menjadi tempat hinggapnya lalat karena jangkauan terbang lalat sekitar 200-1000 m. Penelitian ini merupakan penelitian berdesain cross sectional study yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rumah sehat dengan kepadatan lalat. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara kriteria rumah dengan kepadatan lalat dalam rumah p value 0,659 (OR 0,7; 95% CI : 0,136 – 3,920) , namun terdapat hubungan yang signifikan antara kriteria rumah dengan kepadatan lalat luar rumah, rumah dengan kriteria tidak sehat berisiko 4,2 kali memiliki kepadatan lalat tinggi dibanding rumah dengan kriteria sehat p value 0,011, (OR 4,273; 95% CI : 1,414 –12,909). Upaya pengendalian lalat dapat dilakukan dengan menyehatkan lingkungan permukiman.Kata kunci : rumah, lalat, kepadatan, TPA, Cipayung, Depok
      PubDate: 2017-09-28
      DOI: 10.12928/kes mas.v11i2.5810
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2017)
       
  • Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Gizi Seimbang menggunakan Metode Peer
           Education

    • Authors: Tria Astika Endah Permatasari
      Pages: 116 - 123
      Abstract: Perilaku gizi seimbang, yaitu mengsonsumsi bergam jenis makanan  yang mengandung zat gizi sesuai dengan kebutuhan tubuh berpengaruh terhadap status gizi dan kesehatan lansia.  Namun di Indonesia, pengetahuan dan perilaku yang berprinsip pada 4 Pilar yaitu keanekaragaman pangan, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal masih rendah.  Tujuan penelitian adalah membuktikan adanya peningkatan dan perilaku gizi seimbang setelah dilakukan intervensi edukasi dengan metode peer education. Penelitian menggunakan desain studi kuasi eksperimental. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret-Juli tahun 2016 di Kota Tangerang Selatan.  Sampel sebanyak 98 lansia wanita yang memeroleh edukasi dengan metode peer education, yaitu mempelajari gizi seimbang dalam kelompok kecil (6-8 lansia per kelompok).  Sebanyak 49 Lansia berasal dari 2 Posbindu di Puskesmas Kranggan (Dahlia dan Kenanga) sebagai kelompok intervensi dan  49 lansia dari 2 Posbindu di Puskesmas Ciputat (Rambutan dan Alpukat) sebagai kelompok kontrol.  Uji t berpasangan digunakan untuk mengetahui perubahan nilai pengetahuan dan perilaku gizi semibang pada kedua kelompok. Terdapat peningkatan yang bermakna (p=0.048) rata-rata skor pengetahuan sebelum dan setelah intervensi pada kelompok intervensi.  Rata-rata skor pengetahuan sebelum intervensi adalah 64.5±24.9 SD dan rata-rata skor pengetahuan setelah intervensi adalah 70.5±22.6 SD.  Perilaku gizi seimbang meningkat dari 7 perilaku gizi seimbang, rata-rata hanya 3 kategori perilaku yang dialkukan sebelum intervensi.  Perilaku meningkat dengan rata-rata 4 kategori perilaku gizi seimbang yang dilakukan.  Tidak ada peningkatan pengetahuan dan perilaku gizi seimbang pada kelompok kontrol.Metode peer education mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku gizi seimbang pada kelompok kontrol. Edukasi gizi seimbang perlu disosialisasikan dengan metode peer education lebih luas di masyarakat. Keywords: Perilaku Gizi Seimbang,peer education, lansia
      PubDate: 2017-09-28
      DOI: 10.12928/kes mas.v11i2.5575
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2017)
       
  • Identifikasi Kasus Kekurangan Gizi pada Anak di Bawah Usia Lima Tahun di
           Kota Makassar

    • Authors: Kurnia Pujianti, Dian Sidik Arsyad, Indra Dwinata
      Pages: 140 - 145
      Abstract: AbstrakSulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan kasus gizi buruk tertinggi yakni 6,6% dan prevalensi tertinggi terdapat di Kota Makassar (3,66%) dengan Kelurahan Kaluku Bodoa tertinggi yakni 3,23%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kejadian gizi buruk pada balita di Kelurahan Kaluku Bodoa Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol. Kasus adalah balita yang memiliki Z-Score < - 3SD dan kontrol adalah balita yang memiliki Z-Score ≥ - 3 SD yang berdasarkan standar dari WHO. Total sampel sebanyak 135 balita dengan 45 kasus dan 90 kontrol. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara kepada responden (ibu balita). Analisis yang digunakan adalah analisis tabel 2x2 yang menghasilkan nilai OR dengan confident interval 95%. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar berjenis kelamin perempuan (57,8%) dan berumur antara 25-36 bulan (42,2%). Faktor risiko kejadian gizi buruk pada balita antara lain : status ekonomi rendah (OR=9,514;CI95%=1,219-74,230), penyakit penyerta (OR=5,744;CI95% =2,615-12,613), riwayat prematur (OR=3,613;CI95%=1,452-8,987), riwayat BBLR (OR=2,957 ;CI95% =1,387-6,302) dan ASI eksklusif (OR=3,537;CI95%= 1,481-8,446). Pemanfaatan pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko kejadian gizi buruk pada balita. Kesimpulan dari penelitian didapatkan status ekonomi rendah, penyakit penyerta, riwayat prematur, riwayat BBLR, dan tidak diberikan ASI eksklusif merupakan faktor risiko kejadian gizi buruk pada balita di Kelurahan Kaluku Bodoa Kota Makassar dan pemanfaatan pelayanan kesehatan (posyandu) bukan merupakan faktor risiko kejadian gizi buruk pada balita di Kelurahan Kaluku Bodoa Kota Makassar.Kata Kunci : Gizi Buruk, Balita, Makassar  South Sulawesi Province is one of provinces in Indonesia with the highest prevalence of severe malnutrition (6,6%) and the highest prevalence was found in Makassar City (3,66%), especially in Kaluku Bodoa Village (3,23%). The aim of this study is to identify risk factor of severe malnutrition on children under five years old in Kaluku Bodoa Village Makassar.This research used case control study design. Case was a child with weight for age Z-scores < - 3SD (severe malnutrition) and control was a child with weight for age Z-scores ≥ -3 SD these are from the median of WHO reference. Total sample 135 children with 45 cases and 90 controls were recruited. Data were gathered from face to face interviews with mothers of children. Analyses 2x2 table were conducted in this research that produced odd ratio (OR) with 95% confidence interval. Among the cases, a larger proportion of them was female (57,8%) and their age between 25-36 month (42,2%). After adjusting all confounders, childhood severe malnutrition was significantly associated with low economic status (OR=9,514;CI95%=1,219 -74,230), infection diseases (OR=5,744;CI95%=2,615-12,613), preterm delivery (OR=3,613; CI95%=1,452-8,987), low birth weight (OR=2,957;CI95%=1,387-6,302) and exclusive breastfeeding (OR=3,537; CI95%=1,481-8,446). Usage health care facilities (posyandu) were not associated with severe malnutrition. The conclusion is low economic status, preterm delivery, infection diseases, low birth weight, and exclusive breastfeeding are risk factor toward severe malnutriton of children under five years old in Makassar City. Usage health care facilities was not associated with severe malnutrition of children in Makassar City. Keywords : Severe malnutrition, Children under five years old
      PubDate: 2017-09-28
      DOI: 10.12928/kes mas.v11i2.5787
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2017)
       
  • Uji Daya Bunuh Umpan Blok Umbi Gadung (Dioscorea hispida L) terhadap Tikus

    • Authors: Dyka Arya Ratna Ningtyas, Widya Hary Cahyati
      Pages: 159 - 164
      Abstract: Pengendalian penyakit leptospirosis bergantung pada pengendalian vektor pembawa yaitu hewan rodent. Penggunaan rodentisida nabati perlu dikembangkan untuk mengurangi dampak negatif rodentisida kimia. Umbi gadung mengandung zat alkaloid, diantaranya dioscorin dan sianida yang bersifat racun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan umpan blok umbi gadung terhadap tikus. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan rancangan post test only with control grup design dengan 4 kelompok perlakuan yaitu dengan konsentrasi 0%, 30%, 50%, dan  70% dengan total sample berjumlah 28 ekor mus musculus. Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara umpan blok umbi gadung terhadap kematian tikus (p= 0,001). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis probit didapatkan LC50 umpan blok adalah 34,024% dan LC90 adalah 59,298%. Pada LT50 adalah 2.206E5 menit dan LT90 2.018E6 menit. Simpulan dari penelitian ini adalah blok umbi gadung memiliki efek rodentisida terhadap mus musculus, namun belum termasuk efektif sebagai rodentisida nabati. Saran peneliti adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kandungan bahan aktif yang mengandung racun  yang terkandung di umbi gadung.Kata kunci      : mus musculus, umpan blok,  umbi gadung. 
      PubDate: 2017-09-28
      DOI: 10.12928/kes mas.v11i2.5868
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2017)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.198.246.116
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016