for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help

Publisher: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang   (Total: 14 journals)   [Sort alphabetically]

Showing 1 - 14 of 14 Journals sorted by number of followers
J. of Islamic Architecture     Open Access   (Followers: 13)
De Jure: Jurnal Hukum dan Syar'iah     Open Access   (Followers: 4)
Ulul Albab     Open Access   (Followers: 3)
Alchemy : J. of Chemistry     Open Access   (Followers: 3)
LiNGUA : Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra     Open Access   (Followers: 2)
El-Harakah     Open Access   (Followers: 2)
El-Hikmah     Open Access   (Followers: 2, SJR: 0.102, CiteScore: 0)
MADARASAH Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar     Open Access   (Followers: 1)
SAINSTIS     Open Access   (Followers: 1)
Jurisdictie Jurnal Hukum dan Syariah     Open Access   (Followers: 1)
EL-MUHASABA     Open Access   (Followers: 1)
MATICS     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal NEUTRINO     Open Access  
el-Hayah     Open Access  
Similar Journals
Journal Cover
El-Harakah
Number of Followers: 2  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 1858-4357
Published by UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Homepage  [14 journals]
  • THE ROLE OF AL-JAILAINI’S HAGIOGRAPHY AMONG JAVANESE MUSLIMS IN
           YOGYAKARTA

    • Authors: Abdul Munip
      Pages: 135 - 154
      Abstract: The Islamic rituals in Indonesia have been studied from several perspectives by many scholars. The rituals are usually performed by using several tools, and the text is most used and read in every ritual. However, the studies do not explain the text used in the rituals comprehensively. Therefore, this paper is meant to describe the roles or functions of the text used in the manaqiban ritual performed by Jamaah Aolia Gunung Kidul Yogyakarta. Using a qualitative method based on participate observations and in-depth interviews, the study finds that an-Nur al-burhani, a Javanese translation of al-Jailani ’s hagiography, is the crucial tool in the ritual. The text is merely a historical book about the miracles of al-Jailani , but it has been sacred and transformed with several functions. First, the text serves as a manual for performing the manaqiban. Second, the text as a sacred mantra must be read in the ritual. Third, the text can serve as a consolation for the participants. Fourth, the text serves as a binder for internal group solidarity. Fifth, the text as a source of educational values.
      Ritual Islam di Indonesia telah diteliti dari beberapa perspektif oleh para ilmuwan. Biasanya, ritual dilakukan dengan menggunakan beberapa sarana, dan teks adalah sarana yang paling digunakan dan dibaca dalam setiap ritual. Namun demikian, beberapa hasil penelitian tersebut tidak menjelaskan teks yang digunakan dalam ritual secara komprehensif. Oleh karena itu, artikel ini dimaksudkan untuk menggambarkan peran dan fungsi teks dalam ritual manaqiban yang diselenggarakan oleh Jamaah Aolia Gunung Kidul Yogyakarta. Dengan menggunakan pengamatan partisipatif dan wawancara mendalam, penelitian ini menemukan bahwa an-Nur al-burhani, sebuah buku terjemahan berbahasa Jawa dari hagiografi al-Jailani, adalah sarana terpenting dalam ritual. Teks buku ini pada dasarnya hanyalah narasi tentang karamah al-Jailani, namun telah diskralkan sehingga memiliki beberapa fungsi. Pertama, teks sebagai manual dalam pelaksanaan manaqiban. Kedua, teks sebagai sebuah mantra sakral yang harus dibaca dalam ritual. Ketiga, teks dapat berfungsi sebagai hiburan bagi para peserta. Keempat, teks berfungsi sebagai pengikat solidaritas internal. Kelima, teks sebagai sumber nilai pendidikan.
      PubDate: 2018-11-29
      DOI: 10.18860/el.v20i2.5344
      Issue No: Vol. 20, No. 2 (2018)
       
  • RELIGIOUS VALUE IN NYADRAN CEREMONY IN NGEPRINGAN VILLAGE, SRAGEN

    • Authors: Yuli Ning Sih, Kundharu Saddhono, Budhi Setiawan
      Pages: 155 - 173
      Abstract: The struggle for modernity gave rise to the degradation of the value of character education. At this stage the revitalization of the value of religious local wisdom in tradition needs to be developed again. The existence of nyadran tradition in Ngepringan continues to be developed by mixing the value of local wisdom with religious values. This unique combination is a form of local wisdom against the individual culture that developed in the community, the development of modernity. This means that the community can not only uphold the cultural values of the ancestors, and also cannot adapt the tradition to conditions, and still insert religious values in it. Nyadran tradition is still played by the Ngepringan community because they are spiritual tourism and become a harmonizer political, social, economic and spiritual life. The collection of data information is through observation and interview with the Ngepringan village community. The purpose of this study is to explore religious values in the Nyadran ceremony procession. This type of research is ethnography with qualitative descriptive method. Data collection techniques use techniques, interviews, documentation, and language content. The data analysis uses interactive analysis technique. The results of this study are to reveal and describe the religious values in the ceremony procession that need to be preserved and improved by the Ngepringan village community in the face of modernity.Pergulatan modernitas melahirkan degradasi nilai pendidikan karakter. Pada titik ini revitalisasi nilai kearifan lokal religius dalam tradisi perlu dikembangkan kembali. Eksistensi tradisi nyadran di Ngepringan terus dikembangkan dengan mencampur nilai kearifan lokal dengan nilai religius. Perpaduan yang unik ini merupakan bentuk kearifan lokal melawan budaya individualis yang berkembang di masyarakat mengikuti perkembangan modernitas. Hal ini bermakna bahwa masyarakat disana tidak hanya menjunjung nilai-nilai budaya dari para leluhur, melainkan juga mampu menyesuaikan tradisi dengan kondisi, serta masih menyisipkan nilai-nilai religius di dalamnya. Tradisi nyadran masih tetap dipertahankan oleh masyarakat Ngepringan dikarenakan nyadran sebagai wisata rohani serta menjadi penyelaras kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan agama. Informasi data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan masyarakat desa Ngepringan. Tujuan studi ini untuk menggali nilai religius dalam prosesi upacara nyadran. Jenis penelitian ini adalah etnografi dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis isi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini adalah mengungkap dan mendeskripsikan nilai religius dalam prosesi upacara nyadran yang perlu terus dilestarikan dan ditingkatkan oleh masyarakat desa Ngepringan dalam menghadapi modernitas.
      PubDate: 2018-11-29
      DOI: 10.18860/el.v20i2.4981
      Issue No: Vol. 20, No. 2 (2018)
       
  • THE RELIGIOUS CONSTRUCTION OF KIAI ON PLURALISM AND MULTICULTURALISM

    • Authors: Muhammad Turhan Yani, Muhammad Ali Haidar, Warsono Warsono, FX Sri Sadewo
      Pages: 175 - 190
      Abstract: The reality of plurality in the context of humanity is something that Allah Almighty has desired, and the human task is to nurture and develop mutual respect and appreciation among people (tolerant). In this regard, the purpose of this study is to explore and explain exactly what kind of religious construction of kiai pesantren about pluralism and multiculturalism, the basis of references used, because it is related to the kiai’s point of view in resolving social conflicts that sometimes occur in the community. The data research was collected through survey and depth interview with some kiai pesantren in East Java. Data analysis was conducted with qualitative narrative and through Forum Group Discussion (FGD). The result shows that the mapping of religious construction of kiai pesantren in East Java consists of (1) religious construction with inclusive and exclusive categories and (2) religious construction with exclusive categories.
      Realitas pluralitas dalam konteks kemanusiaan merupakan kehendak Allah SWT, tugas manusialah memelihara dan mengembangkan rasa saling menghormati dan menghargai sesama (toleran). Dalam hal ini, tujuan penelitian ini mengeksplorasi dan menjelaskan dengan tepat konstruksi religius kiai pesantren tentang pluralisme dan multikulturalisme, dasar referensi yang digunakan, karena ini terkait dengan sudut pandang Kiai dalam menyelesaikan konflik sosial yang kadang-kadang terjadi di masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dan wawancara mendalam dengan beberapa kiai pesantren di Jawa Timur. Analisis data dilakukan dengan narasi kualitatif dan melalui Forum Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan agama Pesantren Kiai di Jawa Timur pada pluralisme dan multikulturalisme dapat dipetakan menjadi dua, yaitu (1) konstruksi keagamaan dengan kategori inklusif dan eksklusif dan (2) konstruksi keagamaan dengan kategori eksklusif.
      PubDate: 2018-11-29
      DOI: 10.18860/el.v20i2.5074
      Issue No: Vol. 20, No. 2 (2018)
       
  • THE EXPLORATION OF PESANTREN - BASED ENTREPRENEURSHIP DEVELOPMENT STRATEGY
           THROUGH TELEOLOGY APPROACH

    • Authors: Siswanto Siswanto
      Pages: 191 - 213
      Abstract: Cultural difference determines the strategies used for entrepreneurship development. Pesantren (Islamic boarding school) as the oldest educational institution in Indonesia has a unique culture. Pesantren-based entrepreneurship development must be equipped with different characteristics of strategy. The purpose of this research is to explore the entrepreneurship development strategy based on the culture of pesantren through teleology approach. The subject of the current research is Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) Pasuruan. It employs case study analysis. Interview and observation methods are used to collect the data. The teleology approach is used to understand entrepreneurial strategies under some perspectives which include; the involved subjects, the projected achievements, and the entrepreneurship development strategy based on the culture of pesantren. The results demonstrate the important role of kiai (pesantren leader), santri (students), and alumni in the development of entrepreneurship in Pondok Pesantren Sidogiri. They seek independence for the intention of worship. They practice the value of tabligh (transparent) and fathanah (professional) for institutional management called Koperasi Syariah (sharia cooperative). In addition, the administrative managers hold the values of shidiq (honest) and amanah (trustworthy). In conclusion, the strategy of pesantren-based entrepreneurship development has typical characteristics of pesantren.Perbedaan budaya menentukan perbedaan strategi pengembangan wirausaha. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia memiliki budaya yang unik. Pengembangan wirausaha berbasis budaya pesantren tentunya memiliki karakteristik strategi yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi strategi pengembangan wirausaha berbasis budaya pesantren melalui pendekatan teleologi. Situs penelitian di Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) Pasuruan. Penelitian ini menggunakan analisis studi kasus. Metode wawancara dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data yang akan dianalisis. Pendekatan teleologi berguna untuk memahami strategi wirausaha berdasarkan perspektif yang meliputi; subyek yang terlibat, prestasi yang diproyeksikan, dan strategi pengembangan wirausaha berbasis budaya pesantren. Hasil penelitian menunjukkan peran penting kiai, santri, dan alumni dalam pengembangan wirausaha di Pondok Pesantren Sidogiri. Kemandirian untuk niat ibadah menjadi prestasi yang diharapkan. Menerapkan nilai-nilai tabligh (transparansi) dan fathanah (profesional) sebagai strategi pengelolaan lembaga yang berbentuk koperasi syariah. Disamping itu, untuk pengelola dibudayakan nilai-nilai shiddiq (kejujuran) dan amanah (dapat dipercaya). Strategi pengembangan wirausaha berbasis budaya pesantren ini memang memiliki karakteristik yang khas pesantren.
      PubDate: 2018-11-29
      DOI: 10.18860/el.v20i2.5253
      Issue No: Vol. 20, No. 2 (2018)
       
  • THE EDUCATION VALUES OF SUSUK WANGAN TRADITION AS THE FORMING OF CHARACTER
           IN THE MILENIAL ERA

    • Authors: Dwi Rahayu Retno Wulan, Suyitno Suyitno, Suyitno Suyitno, Muhammad Rohmadi, Muhammad Rohmadi
      Pages: 215 - 231
      Abstract: Tradition is one of Indonesia’s cultural richness to preserve. Everyone should know and learn it, especially the younger generation. Tradition contains a wide variety of educational value. This research aims to know the value of education of Susuk Wangan to contruct characters in the millennial era. Susuk Wangan is one of Islamic culture in Wonogiri Regency. The type of this research is a descriptive qualitative research. The results showed that the tradition of Susuk Wangan contains educational value, namely religious, social, morality, and culture values. These values can be embedded on the younger generation in order to have a good character in the millennial era.
      Tradisi merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan. Setiap orang harus mengetahui dan mempelajarinya, khususnya generasi muda. Tradisi memuat berbagai macam nilai pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai pendidikan tradisi Susuk Wangan sebagai pembentuk karakter di era milenial. Tradisi Susuk Wangan merupakan salah satu budaya Islam yang terdapat di Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Susuk Wangan memuat nilai pendidikan, yaitu nilai religius, kesosialan, kesusilaan, dan budaya. Nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan pada generasi muda agar memiliki karakter yang baik di era milenial.
      PubDate: 2018-11-29
      DOI: 10.18860/el.v20i2.4931
      Issue No: Vol. 20, No. 2 (2018)
       
  • ACCULTURATION OF ISLAM AND JAVANESE CULTURE IN PUBLIC SERVANT ETHICS

    • Authors: Sholih Mu’adi, Ahmad Sofwani
      Pages: 233 - 252
      Abstract: The acculturation of Islam and Javanese culture has occurred since the golden age of Islamic kingdoms in Java. Islamic boarding school (pesantren) has been developing widely during the age of Demak and Mataram kingdoms. This development is a product of acculturation between Islamic and Hindu education systems. Islamic boarding school during the heyday of Islamic kingdoms is the institution of education designed to develop and produce royal bureaucrats or nobility officials who understand both Islam ethic and Javanese culture. In recent days, Islamic boarding school has successfully produced leaders who are not only religious as Moslem but also fostering Javanese culture. The leader is a role-model for the followers. Leader behavior is the most central issue in the eye of followers. Therefore, the leader is always required to show good attitudes and positive values, and both virtues can be evolved from the understanding of religion and culture (especially Javanese culture). In accord with Javanese philosophy, human life perfection is understood in term of a totality involving creation (cipta), sense (rasa), and wish (karsa). This totality gives a description that public servant ethics cannot escape from the effect of Islam religion and Javanese culture.Akulturasi budaya Islam dan Jawa telah terjadi sejak zaman keemasan kerajaan Islam di Jawa. Pesantren telah berkembang secara luas pada zaman kerajaan Demak dan Mataram. Perkembangan ini merupakan produk akulturasi antara sistem pendidikan Islam dan Hindu. Pondok pesantren selama masa kejayaan kerajaan Islam menjadi lembaga pendidikan yang dirancang untuk mengembangkan dan menghasilkan birokrat kerajaan atau pejabat bangsawan yang memahami etika Islam dan budaya Jawa. Kini pesantren telah berhasil menghasilkan pemimpin yang tidak hanya beragama Islam tetapi juga membina budaya Jawa. Pemimpin adalah teladan bagi para pengikut. Perilaku pemimpin termasuk hal utama di mata pengikut. Oleh karena itu, pemimpin selalu dituntut untuk menunjukkan sikap yang baik dan nilai-nilai positif, dan kedua kebajikan tersebut dapat berevolusi dari pemahaman agama dan budaya (khususnya budaya Jawa). Sesuai dengan filsafat Jawa, kesempurnaan hidup manusia dipahami dalam arti totalitas yang melibatkan penciptaan (cipta), rasa (rasa), dan harapan (karsa). Totalitas ini memberikan gambaran bahwa etika pegawai negeri tidak bisa lepas dari pengaruh agama Islam dan budaya Jawa.
      PubDate: 2018-11-29
      DOI: 10.18860/el.v20i2.5355
      Issue No: Vol. 20, No. 2 (2018)
       
  • THE VALUES OF ISLAMIC EDUCATION IN THE TRADITION OF TOLABALANGO AND
           MADDUTA

    • Authors: Siti Asiah
      Pages: 253 - 266
      Abstract: Motolobalango and Madduta-Mamanu-manu customs in the courtship tradition of Gorontalo tribe and Bugis tribe have institutionalized in society. Motolobalango is carried out when the families of both parties have carried out dulohupa (meeting), while Madduta-Mamanu-manu is carried out when a boy proposes to a girl. These two customs have their own characteristics, yet in certain cases the process has similarities and differences. This study discusses the implementation of courtship tradition in Islamic perspective and analyses the values of Islamic education contained in this tradition. The values of Islamic education are the attributes inherent in education to achieve the purpose of human life, namely to serve God, the Almighty. The value in Islamic education is something which is helpful and useful for humans after undergoing a process of effort carried out consciously and intentionally, so that the behavior of a person or society changes from a certain state to a better state. The results of the analysis showed that courtship tradition contains the value of tolerance and cooperation, as well as social, economic and religious values.Tradisi Motolobalango dan Madduta-Mamanu-manu dalam adat peminangan suku Gorontalo dan masyarakat suku Bugis merupakan tradisi yang telah melembaga dalam kehidupan bermasyarakat. Proses Motolobalango dilakukan ketika keluarga kedua belah pihak telah melakukan dulohupa (perjumpaan). Sementara Madduta-Mamanu-manu dilakukan dalam meminang atau melamar gadis. Dua tradisi adat ini memiliki karakter yang dalam hal-hal tertentu prosesinya memiliki persamaan dan perbedaan. Kajian ini mengangkat tentang penyelenggaraan tradisi adat peminangan dalam perspektif Islam serta menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi tersebut. Nilai-nilai pendidikan Islam adalah sifat-sifat yang melekat pada pendidikan untuk mencapai tujuan hidup manusia yaitu mengabdi pada Allah SWT. Jadi, nilai dalam pendidikan Islam adalah sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi manusia setelah menjalani proses upaya yang dilakukan secara sadar dan sengaja sehingga perilaku seseorang atau masyarakat berubah dari keadaan tertentu ke suatu keadaan yang lebih baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tradisi peminangan tersebut memiliki nilai toleransi, kerjasama, sosial, ekonomi dan religi.
      PubDate: 2018-11-29
      DOI: 10.18860/el.v20i2.4719
      Issue No: Vol. 20, No. 2 (2018)
       
  • AL-ADIB AL-MUSLIM WA QADHIYAH AL-ILTIZAM FI AL-ADAB الأديب
           المسلم وقضية الالتزام في الأدب

    • Authors: Yaqub Alhaji Abdullahi
      Pages: 267 - 284
      Abstract: يخضع الأديب في تكوين شخصيته الأدبية لكثير من المؤثرات البيئية والاجتماعية والثقافية والعقدية والاقتصادية والسياسية، كما ينطلق في مزاولة فنه الأدبي من خلال المكونات التي أثرت فيه والخبرات التي حنكته. الأمر الذي يضطره في كثير من الأحايين إلى اتخاذ فكرة من الفكر أو مبدأ من المبادئ أو معتقد من المعتقدات يلتزم به فيما ينتجه من الآداب، لا يحيد عنه ولا يخالفه، بل قد يجاهد مدافعا عنه. وبهذا صارت قضية الالتزام في الأعمال الأدبية مما لا بد منه للأدباء، سواء شعروا بذلك أم لم يشعروا به، لكن الالتزام يختلف من أديب إلى آخر ومن مذهب إلى مذهب. ففي الحين الذي يتسم الالتزام في بعض المذاهب الأدبية بالإلزام والإكراه نجده لدى البعض يتحدد بالإقناع والطواعية. فالبحث محاولة إعطاء فكرة عامة عما ينتظر من أديب مسلم في إنتاجاته الأدبية، وذلك أن تكون أفكاره انعكاسا لمفهوم الإسلام وتصوره، وقد ناقش البحث الجوانب التالية: مفهوم الالتزام في الأدب والتزام الأديب المسلم وتصوره للخالق والإنسان والكون والحياة كما نظر في موقف الإسلام من العلاقة بين الجنسين. واستنتجت الدراسة أن نظرة الأديب المسلم في فنه الأدبي متسم بالالتزام الإسلام...
      PubDate: 2018-11-29
      DOI: 10.18860/el.v20i2.5572
      Issue No: Vol. 20, No. 2 (2018)
       
  • AL-ILTIZAM AL-ISLAMI FI ASY-SYI‘R AL-‘ARABI FI BILAD YORBA NIGERIA
           الالتزام الإسلامي في الشعر العربي في
           بلاد يوربا، نيجيريا

    • Authors: Lateef Onireti Ibraheem
      Pages: 285 - 304
      Abstract: الالتزام قضية مهمة في مذهب الأدب الإسلامي، الأدب الذي يصوّر الخالق والكون والإنسان وفقا لتعاليم الإسلام وقيمه. فالأدب العربي في نيجيريا بصفة عامة وفي بلاد يوربا بصفة خاصة يجب أن يتصف بهذه الصفات، ولذلك درس هذا البحث أعمال شعراء بلاد يوربا، نيجيريا، من حيث الالتزام الإسلامي. توصل البحث إلى أن أكثر الشعراء اليورباويين التزموا بالإسلام تعاليمه وقيمه ومنهجه في أعمالهم الأدبية إلا أن بعضهم تجاوزوا حد الالتزام بالمبالغة والإفراط في المحبة وعدم الصدق في العاطفة وتجريح حق الغير وإيراد التشبيه بالمحرمات. إلا أن ذلك لم يبلغ مبلغا يخرجهم من حوزة الإسلام، ولا أدبهم من الأدب الإسلامي، بل جعلهم أدباء ملتزمين في بعض القصائد وغير ملتزمين في غيرها. فأعمال الأدباء اليورباويين شعرها ونثرها تحتاج إلى دراسة مفصلة على المنهج الإسلامي لتمام فهمها وتحقيق قيمتها وتقدير جهود المقتصدين من أصحابها وردّ جماح المنحرفين منهم عن غيّهم.Consistency is a vital aspect of the school of thought of Islamic literature, the brand of Literature which creatively presents the Creator, the Universe and Man in accordance with Islamic teachings and values. The aim of this research is to study the level of adherence of poets in Yorubaland to Islamic teachings and norms in their works. To achieve this, it selected four themes of Arabic poetry, eulogy, elegy, love and political poetry. It shows that most of Yoruba poets adhere strictly and consistent with the teaching of Islam in their works, while very few of them were not consistent. It was due to their involvement in exaggerations, false motivation, trampling on the right of others, and drawing analogies from forbidding things like alcohol. These aspects, however, does not stripe their works from being branded Islamic literature in any way, it only connotes that they only lack of consistency in their adherence to the teachings of Islam. The creative works of Yoruba literary figures need thorough research in order to be well understood, ascertain their worth, appreciate the consistent ones Islami...
      PubDate: 2018-11-29
      DOI: 10.18860/el.v20i2.5248
      Issue No: Vol. 20, No. 2 (2018)
       
  • TAJALLIYAH ASH-SHIRA' FI AL-ADAB AL-'ARABI AL-MU'ASHIR WA
           ATSARIHI FI HARB AL-'ARAB تجليات الصراع في الأدب
           العربي المعاصر وأثره في حرب العرب (من
           الصراع والصدام إلى ثقافة الحرب في شعر
           سوريا نموذجا)

    • Authors: Halimi Halimi, M. Faisol, Muhammad Majed Al-Dakhiel
      Pages: 305 - 332
      Abstract: لقد عبر شعر الصراع (المقاومة والثورة والحرب) في بلاد الجزيرة العربية مفردات متنوعة طوال تاريخها من خلال البعدين، منهما البعد المكاني متمثلا في الأرض التي حملها الشعر دلالات ومعان تتجاوز ملامحها المادية لتكتسب بعدا روحيا وقيما عليا. والبعد الثاني يتمثل في البعد التراثي والتاريخي. فشعر الصراعات لا ينفصل من الواقع الاجتماعي، وليس هو الشعر الانعزالي، بل هو الشعر الاجتماعي الذي له علاقة متينة بواقعه، والذي يحمل رموزا تاريخية كثيرة نتيجة لامتداد العمر الزمني لهذا المجتمع من العصور القديمة، وكان المجتمع والأرض تصنع تقاليد تتطور إلى رموز، فهناك رمز للكرام وللمروءة ولمعاناة المجتمع وللصراع، وفي الرمز أسلوب فيه تلميح ومداره.
      Throughout the history of the Arab world, the poetry of the struggle (the resistance, the revolution and the war) has been a varied vocabulary throughout its history through the two dimensions, including the spatial dimension, in the land where poetry carries meanings and meanings that transcend its physical texture to acquire a spiritual dimension and supreme value. It is the social poetry that has a strong relationship to its reality, which carries many historical symbols as a result of the extension of the temporal age of this society from antiquity. The society and the land made traditions that evolve into symbols. And the suffering of society and the conflict and the virus, and in the code style in which the tip and orbit.
      PubDate: 2018-11-29
      DOI: 10.18860/el.v20i2.5588
      Issue No: Vol. 20, No. 2 (2018)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 34.207.78.157
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-